Desain Kurikulum Sekolah Katolik

Ia yang rebah, di pangkuan perawan suci,
bangkit setelah tiga hari, melawan mati.
Ia yang lemah, menghidupkan harapan yang nyaris punah.
Ia yang maha lemah, jasad-Nya menanggungkan derita kita.
Ia yang maha lemah, derita-Nya menaklukkan raja-raja dunia.
Ia yang jatuh cinta pada pagi, setelah dirajam nyeri.
Ia yang tengadah ke langit suci,
terbalut kain merah kirmizi: Cintailah aku!

Mereka bertengkar tentang siapa yang mati di palang kayu.
Aku tak tertarik pada debat ahli teologi.
Darah yang mengucur itu lebih menyentuhku.

Saat aku jumawa dengan imanku,
tubuh nyeri yang tergeletak di kayu itu, terus mengingatkanku:
Bahkan Ia pun menderita, bersama yang nista.
Muhammadku, Yesusmu, Khrisnamu, Buddhamu, Konfuciusmu
mereka semua guru-guruku,
yang mengajarku tentang keluasan dunia, dan cinta.

Penyakitmu, wahai kaum beriman:
Kalian mudah puas diri, pongah, jumawa, bagai burung merak.
Kalian gemar menghakimi!!!

Tubuh yang mengucur darah di kayu itu, bukan burung merak.
Ia mengajar kita, tentang cinta,
untuk mereka yang disesatkan dan dinista.
Penderitaan kadang mengajarmu tentang iman yang rendah hati.
Huruf-huruf dalam kitab suci, kerap membuatmu merasa paling suci.

Ya, Jesusmu adalah juga Jesusku.
Ia telah menebusku dari iman yang jumawa dan tinggi hati.
Ia membuatku cinta pada yang dinista!
Semoga Semua Hidup Berbahagia dalam kasih Tuhan.
Ulil Abshar Abdalla (cendekiawan NU)

Latest comments

23.07 | 10:39

Ada kah email untuk mengirim

...
18.07 | 00:47

Salam sejahtera salam santun... Semoga Mardiyuana tetap berjaya.
Saya ulumni tahun 1979 smp my cicurug yg berdomisili di Bandar Lampung

...
11.07 | 11:48

Bila berminat silahkan mengirimkan lamaran supaya bisa kami hubungi pada saat ada lowongan. Terima kasih.

...
11.07 | 11:43

Silahkan mengirim lamaran untuk kami proses.

...